DEEP SEEK
US-BASED TIKTOK PARTIAL DIVESTATION

LINK:

DevBytes TikTok AS Divestasi - Penjelasan Lengkap

Ya, benar sekali. Setelah melalui proses yang panjang, TikTok secara resmi telah melakukan divestasi (pemisahan kepemilikan) untuk operasinya di Amerika Serikat. Hal ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap tekanan pemerintah AS yang menginginkan pemisahan dari induk perusahaan di China, ByteDance, dengan alasan keamanan data untuk pengguna di Amerika.

Kesepakatan ini diumumkan selesai pada 22 Januari 2026, sehingga berhasil menghindari larangan operasi aplikasi tersebut di AS.

📊 Struktur Kepemilikan Baru TikTok AS

Sebagai hasil dari kesepakatan ini, terbentuklah entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC. Entitas inilah yang sekarang mengoperasikan TikTok di AS dengan struktur kepemilikan yang didominasi oleh investor Amerika. Berikut rinciannya:

Pemegang Saham Perkiraan Kepemilikan Saham
Oracle (Perusahaan teknologi AS) 15%
Silver Lake (Perusahaan investasi AS) 15%
MGX (Perusahaan investasi dari Uni Emirat Arab) 15%
Kelompok investor lainnya (termasuk keluarga pendiri Dell dan afiliasi Susquehanna) ~35,1%
ByteDance (Induk perusahaan asal China) 19,9%
📌 Catatan penting: Meskipun kepemilikan sahamnya berkurang, ByteDance tetap menjadi pemegang saham tunggal terbesar di joint venture ini, namun dengan struktur tata kelola yang baru.

🔒 Bagaimana Data Pengguna AS Diamankan?

Untuk mengatasi kekhawatiran Washington tentang keamanan data, kesepakatan ini memberlakukan beberapa lapis perlindungan:

  • Lingkungan Cloud Independen: Semua data pengguna AS akan diamankan dan disimpan dalam lingkungan cloud milik Oracle yang berada di AS. Ini memastikan data tidak lagi terintegrasi langsung dengan sistem ByteDance di China.
  • Pelatihan Ulang Algoritma: "Rahasia" di balik rekomendasi video TikTok, yaitu algoritmanya, akan dilatih ulang (retrained) secara eksklusif menggunakan data pengguna AS. Proses ini juga diawasi dan diamankan oleh Oracle.
  • Dewan Direksi Mayoritas Amerika: Joint venture baru ini akan dikelola oleh dewan direksi yang terdiri dari tujuh orang, yang mayoritasnya adalah warga Amerika, termasuk eksekutif dari Oracle, Silver Lake, dan TikTok.
  • Protokol Keamanan Ketat: TikTok AS akan menerapkan program keamanan data yang diaudit oleh pihak ketiga dan mematuhi standar keamanan siber pemerintah AS, seperti dari NIST dan CISA.

⚠️ Kekhawatiran Baru: Kebijakan Privasi yang Diperbarui

Meskipun bertujuan untuk mengamankan data, perubahan ini justru memicu kekhawatiran baru. TikTok baru-baru ini memperbarui kebijakan privasinya dan sekarang dapat mengumpulkan data lokasi yang lebih presisi (GPS) dari pengguna AS. Kebijakan baru ini juga menyebutkan pengumpulan data sensitif seperti status imigrasi, yang memicu reaksi dari pengguna meskipun klausul serupa sebenarnya sudah ada sebelumnya untuk mematuhi undang-undang privasi negara bagian.

🔔 Yang perlu dicermati: Pengguna AS kini menghadapi trade-off: keamanan data terpisah dari ByteDance, tetapi pengumpulan data oleh entitas baru (termasuk Oracle dan mitra AS) justru menjadi lebih eksplisit, terutama data lokasi presisi dan data sensitif lainnya. Hal ini tetap menimbulkan pertanyaan tentang privasi di tingkat domestik AS.

Semoga informasi ini membantu Anda memahami situasi terkini TikTok di Amerika.

* Sumber dirangkum dari pengumuman resmi dan analisis terpercaya per Januari 2026.

Comments