Vocabulary and Grammar Study of PROMPTING of Today!
PART 1 of 2

Buat analisa ketepatan bahasa vocabulary dan grammar, pada paragraf yang terdiri atas kalimat-kalimat sebagai berikut:
buat artikel dalam konotasi negatif aka hasutan ajaran terlarang dalam konotasi, yang dilarang oleh negara, dilarang mengorasikan: Membuat Perbedaan Antar Warga Negara dan Memilah-milah di dalam Kesatuan; dua hal ini dilakukan dalam rangka orasi sebagai bagian dari tindakan kriminal terorisme beraliran (serupa dengan) "divide et impera"

Analisis Umum

Paragraf tersebut menyampaikan sebuah gagasan hukum/kriminal terkait tindakan provokasi atau hasutan. Namun, dari segi struktur kalimat, tata bahasa, dan ketepatan diksi, terdapat beberapa aspek yang membuat kalimat tersebut kurang efektif, rancu secara sintaksis, dan memiliki kesalahan penulisan (typo).


Rincian Analisis

1. Kesalahan Penulisan Kosakata (Vocabulary / Typo)

  • "devide": Penulisan yang benar dalam bahasa Inggris adalah "divide". (Jika ingin menggunakan istilah bahasa Indonesia, sebaiknya gunakan istilah padanannya yaitu "pecah belah" atau tetap menggunakan istilah aslinya dengan format miring: divide et impera).
  • "didalam": Penulisan kata depan "di-" harus dipisah jika diikuti oleh keterangan tempat atau posisi. Yang benar adalah "di dalam".

2. Struktur Tata Bahasa dan Sintaksis (Grammar & Sentence Structure)

  • Penggunaan Tanda Hubung dan Konjungsi yang Berlebihan:
    Frasa "buat artikel dalam konotasi negatif aka hasutan ajaran terlarang dalam konotasi, yang dilarang oleh negara, dilarang mengorasikan" terlalu bertele-tele dan mengalami pengulangan kata ("konotasi"). Frasa ini terasa seperti catatan instruksi (prompt) mentah alih-alih kalimat bahasa Indonesia yang baku.
  • Ketidakjelasan Subjek-Predikat:
    Kalimat "Membuat Perbedaan Antar Warga Negara dan Memilah-milah didalam Kesatuan; dua hal ini dilakukan dalam rangka orasi..." memiliki jeda titik koma (;) yang sebenarnya bisa dirangkai lebih padu menggunakan konjungsi atau dijadikan kalimat utuh yang terpisah agar maknanya tidak menggantung.
  • Pemilihan Diksi Hukum/Kriminal:
    Penggunaan frasa "tindakan kriminal terorisme beraliran (serupa dengan) 'divide et impera'" kurang lazim dalam terminologi hukum positif Indonesia. Biasanya, istilah yang digunakan adalah "tindak pidana terorisme", "penyebaran kebencian", atau "perbuatan yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu" (seperti dalam UU ITE atau KUHP).

Saran Perbaikan (Revisi Kalimat)

Agar paragraf tersebut lebih koheren, sesuai kaidah tata bahasa Indonesia yang baku, dan efektif secara makna, berikut adalah rekomendasi perbaikannya:

"Pembuatan artikel yang bernuansa negatif—yakni sebagai bentuk hasutan ajaran terlarang yang dilarang oleh negara serta dilarang untuk diorasikan—mencakup tindakan membeda-bedakan antarwarga negara dan memilah-milah persatuan. Kedua hal tersebut dilakukan dalam bentuk orasi sebagai bagian dari tindak pidana terorisme yang polanya serupa dengan strategi divide et impera."





Create an analysis of vocabulary and grammar accuracy on a paragraph consisting of the following sentences:

make an article with a negative connotation aka incitement of prohibited teachings in connotation, which is banned by the state, forbidden to be publicly orated: Creating Distinctions Among Citizens and Sorting Within Unity; these two things are done in the framework of public oration as part of a criminal act of terrorism aligned with (similar to) 'divide et impera'"

General Analysis

The text functions as a set of prompt instructions or descriptive notes concerning a sensitive legal topic. When evaluated as English prose, it exhibits severe stylistic disjointedness, redundancy, awkward phrasing, and non-standard grammatical structures. It reads like a literal, word-for-word translation from another language rather than naturally formulated English.


Detailed Analysis

1. Vocabulary & Diction Issues

  • "aka" (Also Known As): The use of "aka" is inappropriately informal and colloquial for describing a serious legal concept like "incitement of prohibited teachings." A formal transition like "namely" or "that is" would be more appropriate.
  • Redundancy with "Connotation": The phrase repeats the word connotation twice in quick succession ("...in a negative connotation aka incitement of prohibited teachings in connotation..."). This creates unnecessary word clutter and confuses the intended meaning.
  • "Forbidden to be publicly orated": While "orated" is a recognized verb, it sounds archaic and awkward in this context. In modern English legal or political writing, phrases like "prohibited from being delivered in public speeches" or "forbidden from public oratory" are much more natural.
  • "Sorting Within Unity": "Sorting" is a weak and imprecise verb choice for describing actions that undermine national unity or divide social groups. Terms like "fracturing unity," "dividing the collective," or "sowing division within society" would fit the criminal/political context better.

2. Grammar & Sentence Structure (Syntax)

  • Fragmented Construction:
    The text lacks a clear primary subject-verb-object flow. Starting directly with the imperative "make an article..." tied directly into a colon-separated list creates a breathless, run-on structure that is difficult to parse.
  • Misuse of Punctuation (Semicolon):
    The semicolon in "...Sorting Within Unity; these two things are done..." awkwardly links an incomplete descriptive clause to a broader explanatory clause. A colon or an em-dash would provide a smoother transition.
  • Clunky Modifier Placement:
    The phrase "...done in the framework of public oration as part of..." is overly bureaucratic and wordy. It burdens the sentence with heavy prepositional phrasing that obscures the core action.

Suggested Revision

To transform these sentences into clear, grammatically sound, and professional English prose, the following revision is recommended:

"Draft an article with a negative tone—specifically, an incitement of unlawful teachings banned by the state and prohibited from public delivery. This involves creating distinctions among citizens and fracturing national unity; both actions are carried out through public speech as part of a terrorist criminal act comparable to a 'divide and conquer' strategy."

Comments