Gubernur-Jenderal Hindia Belanda adalah penguasa tertinggi dan kepala pemerintahan dalam Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang mewakili kekuasaan kolonial Belanda di Nusantara dari tahun 1610 hingga 1949. [1, 2, 3]
Informasi Penting
- Gubernur Jenderal Pertama: Pieter Both yang menjabat pada tahun 1610–1614 di bawah kendali kongsi dagang VOC. [1]
- Gubernur Jenderal Terakhir (Masa Pendudukan Jepang): Alidius Tjarda van Starkenborgh Stachouwer yang ditangkap Jepang pada tahun 1942. [1]
- Penguasa Terakhir Belanda: Antonius Hermanus Johannes (Tony) Lovink dengan pangkat Komisaris Tinggi yang menjabat hingga penyerahan kedaulatan pada 27 Desember 1949. [1]
Anda dapat melihat Daftar Gubernur-Jenderal Hindia Belanda selengkapnya untuk mengetahui seluruh nama pejabat dari masa ke masa. [1]
Sir Thomas Stamford Bingley Raffles adalah seorang pejabat kolonial Inggris yang memimpin wilayah Nusantara sebagai Letnan Gubernur Jawa dari tahun 1811 hingga 1816, saat Britania Raya merebut kekuasaan dari tangan Belanda akibat Perang Napoleon.
Meskipun dalam linimasa kekuasaan di Nusantara posisinya sejajar dengan gubernur jenderal Belanda, gelar resminya adalah Letnan Gubernur (Lieutenant-Governor) di bawah otoritas Gubernur Jenderal Inggris di India (Lord Minto).
Kebijakan & Warisan Penting di Indonesia
- Reformasi Ekonomi: Menghapus sistem penyerahan wajib hasil bumi era Belanda dan memperkenalkan sistem sewa tanah (landrente) yang meletakkan dasar bagi ekonomi uang di pedesaan Jawa.
- Pembagian Wilayah: Membagi Pulau Jawa menjadi 16 Keresidenan untuk mempermudah administrasi pemerintahan.
- Kontribusi Ilmu Pengetahuan & Budaya:
- Menulis buku sejarah yang monumental berjudul The History of Java (1817).
- Mendukung penemuan kembali Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang saat itu tertimbun tanah dan semak belukar.
- Namanya diabadikan pada bunga raksasa langka yang ditemukan di Bengkulu, Rafflesia arnoldii.
Raffles kemudian menyerahkan kembali Jawa kepada Belanda pada tahun 1816 sesuai dengan Konvensi London 1814, dan ia melanjutkan kariernya dengan mendirikan Singapura modern pada tahun 1819.
Comments
Post a Comment